Jenis pupuk yang sering digunakani pada budidaya kelapa sawit
antara lain TSP,
Urea. KCl, MOP, Kieserit dan Dolomit
Dosis
Pemupukan dan Jenis Pupuk Untuk Tanaman Kelapa Sawit
Pupuk dan
Pemupukan – Kelapa Sawit adalah tanaman perkebunan penghasil
minyak yang banyak di budidayakan di Indonesia. Tingkat peroduksi buah kelapa
sawit dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni faktor varietas bibit, jenis
tanah, air, dan kecukupan unsur hara (pemupukan).
Manfaat Pupuk TSP, Urea. KCl, MOP, Kieserit dan Dolomit bagi Tanaman Kelapa
Sawit
Pengetahuan tentang jenis dan manfaat unsur hara mutlak
dikuasai oleh petani. Dengan pengetahuan tersebut akan meningkatkan ketepatan
dalam pemberian pupuk, baik jumlah, waktu pemupukan dan efektifitas pupuk
terhadap produksi tanaman. Berikut ini jenis unsur hara penting bagi tanaman
kelapa sawit lengkap dengan manfaat kegunaannya ;
a).
Unsur Hara Nitrogen (N)
Tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur nitrogen dalam
jumlah banyak karena unsur ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.
Kekurangan unsur N dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman kelapa sawit
terhambat, kerdil, daun tua menguning (hijau pucat kekuningan). Sumber unsur N
: Urea dan ZA
b). Unsur Hara Phosphor (P)
Unsur phosphor juga diperlukan dalam jumlah banyak oleh
tanaman kelapa sawit. Manfaat unsur phosphor bagi tanaman kelapa sawit yaitu
memperkuat perakaran, batang dan meningkatkan kualitas buah kelapa sawit.
Kekurangan unsur phosphor menyebabkan daun tanaman berwarna keunguan dan
tanaman tumbuh kerdil. Sumber unsur P : TSP, SP-18, SP-36, Rock Phosphat
c). Unsur Hara Kalium (K)
Manfaat dan peran unsur kalium bagi tanaman kelapa
sawit yaitu mempengaruhi jumlah dan ukuran tandan serta berperan penting dalam
penyusunan minyak. Tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur kalium dalam jumlah
banyak. Kekurangan unsur kalium menyebabkan timbulnya bercak transparan pada
daun tua kemudian mengering. Sumber unsur K : KCl
d).
Unsur Hara Magnesium (Mg)
Tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur magnesium dalam
jumlah banyak. Manfaat unsur magnesium (dolomit) bagi tanaman kelapa sawit
berfungsi dalam proses fotosintesis. Kekurangan magnesium menyebabkan ujung
daun tua kelapa sawit kekuningan jika terkena sinar matahari. Sedangkan daun
yang terlindung tidak menunjukkan gejala tersebut. Sumber unsur Mg : Dolomit,
Kieserit
e).
Unsur Hara Tembaga (Cu)
Meskipun tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur tembaga
dalam jumlah sedikit namun unsur ini sangat diperlukan. Manfaat unsur tembaga
bagi tanaman kelapa sawit yaitu sebagai pembentuk klorofil (zat hijau daun) dan
membantu mempercepat reaksi fisiologi tanaman. Kekurangan unsur tembaga (Cu)
ditandai dengan warna daun kuning pucat, kemudian mengering dan mati. Umumnya
kekurangan unsur tembaga (Cu) terjadi pada tanaman kelapa sawit di tanah
gambut. Sumber unsur Cu : CuSO4
f).
Unsur Hara Boron (B)
Unsur hara boron diperlukan dalam jumlah sedikit.
Manfaat unsur boron bagi tanaman kelapa sawit yaitu sebagai penyusun gula,
karbohidrat, protein dan perkembangan ujung dan anak daun. Gejala tanaman
kelapa sawit yang kekurangan unsur boron yaitu munculnya daun pancing, daun
kecil dan daun berbentuk sirip ikan. Sumber unsur B : Borak
g).
Unsur Hara Zink / Seng (Zn)
Manfaat unsur zink bagi tanaman kelapa sawit yaitu
berperan dalam enzimatis dan menunjang pembentukan hormon pertumbuhan. Unsur
zink hanya diperlukan dalam jumlah sedikit oleh tanaman kelapa sawit. Namun
kekurangan unsur ini dapat menyebabkan matinya jaringan tanaman. Tanaman kelapa
sawit di tanah gambut banyak mengalami kekurangan unsur zink.
Dosis, Waktu dan Cara Pemupukan Kelapa Sawit
Belum Menghasilkan (TBM)
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia didominasi oleh
jenis tanah podsolik, sehingga dosis pemupukan berikut ini direkomendasikan
untuk jenis tanah tersebut. Pemupukan kelapa sawit dilakukan berdasarkan masa
produktifnya, yaitu masa TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) dan masa TM (Tanaman
Menghasilkan).
1.
Dosis dan Jenis Pupuk Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) di Tanah Podsolik
Umur tanaman (bulan)
|
ZA*
|
RP**
|
MOP***
|
Kieserit*
|
HGF-Borate
|
0
|
-
|
0.50
|
-
|
-
|
-
|
1
|
0.10
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3
|
0.25
|
-
|
0.15
|
0.10
|
-
|
5
|
0.25
|
0.50
|
0.15
|
0.10
|
-
|
8
|
0.25
|
-
|
0.35
|
0.25
|
0.02
|
12
|
0.50
|
0.75
|
0.35
|
0.25
|
-
|
13
|
0.50
|
-
|
0.50
|
0.50
|
0.03
|
20
|
0.50
|
1.00
|
0.50
|
0.50
|
-
|
24
|
0.50
|
-
|
0.75
|
0.50
|
0.05
|
28
|
0.75
|
1.00
|
0.75
|
0.75
|
-
|
32
|
0.75
|
-
|
1.00
|
0.75
|
-
|
Jumlah
|
4.35
|
3.75
|
4.50
|
3.70
|
0.10
|
Keterangan :
* Jika hanya
tersedia Urea, maka ZA (21%N) diubah ke Urea (46% N), maka konversinya: 21/45 =
0,47. Jika petani punya Urea, maka dosis ZA dikalikan 0,47. Contoh: umur 1
bulan perlu Urea 0,1 x 0,47 = 0,047 kg/pohon Urea atau 1/2 ons/pohon Urea. Jadi
kebutuhan Urea lebih sedikit dibandingkan ZA, karena kadar N pupuk Urea lebih
tinggi dari kadar N pupuk ZA.
** Jika petani
memiliki pupuk SP-36, maka dapat digunakan sesuai RP (Rock Phospat) dengan
catatan kandungan P2O5 sama-sama 36%. Namun jika yang tersedia pupuk SP-18,
maka dosis RP harus dikalikan (36/18) = 2. Jadi jika kebutuhan RP lobang tanam
0,5 maka dikalikan 2 atau 0,5 x 2 = 1 kg. Jadi untuk SP-18 diperlukan dosis 1
kg/pohon.
*** MOP dapat
digunakan setara dengan pupuk KCl yang memiliki kadar K2O 60%.
Jika memiliki
dolomit (MgO 18%) dan tidak ada Kieserit (MgO 25%), maka aplikasi dolomit
sebesar kiserit harus dikalikan 25/18 = 1,4. Contoh umur sawit 8 bulan
memerlukan dolomit sebesar 0,25 x 1,4 = 0,35 kg/pohon.
2.
Dosis dan Jenis Pupuk Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) di Tanah Aluvial
(Hidromorfik)
Umur tanaman (bulan)
|
ZA*
|
RP**
|
MOP***
|
Kieserit*
|
HGF-Borate
|
0
|
-
|
0.25
|
-
|
-
|
-
|
1
|
0.10
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3
|
0.25
|
-
|
0.15
|
0.10
|
-
|
5
|
0.25
|
0.50
|
0.15
|
0.10
|
-
|
8
|
0.25
|
-
|
0.25
|
0.25
|
0.02
|
12
|
0.25
|
0.50
|
0.25
|
0.25
|
-
|
13
|
0.50
|
-
|
0.50
|
0.50
|
0.03
|
20
|
0.50
|
0.50
|
0.50
|
0.50
|
-
|
24
|
0.50
|
-
|
0.50
|
0.50
|
0.05
|
28
|
0.75
|
0.75
|
0.75
|
0.75
|
-
|
32
|
0.75
|
-
|
0.75
|
0.75
|
-
|
Jumlah
|
4.10
|
2.50
|
3.80
|
3.70
|
0.10
|
3.
Dosis dan Jenis Pupuk Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) di Tanah Entisol
Umur tanaman (bulan)
|
ZA*
|
RP**
|
MOP***
|
Kieserit*
|
HGF-Borate
|
0
|
-
|
0.25
|
-
|
-
|
-
|
1
|
0.15
|
-
|
-
|
-
|
-
|
3
|
0.25
|
-
|
0.15
|
0.15
|
-
|
5
|
0.50
|
-
|
0.15
|
0.25
|
-
|
8
|
0.50
|
0.75
|
0.35
|
0.35
|
0.02
|
12
|
0.50
|
-
|
0.35
|
0.35
|
-
|
14
|
0.50
|
-
|
0.35
|
0.35
|
-
|
17
|
0.50
|
1.50
|
0.35
|
0.35
|
0.03
|
20
|
0.50
|
-
|
0.50
|
0.50
|
-
|
24
|
0.50
|
-
|
0.50
|
0.50
|
0.05
|
28
|
0.50
|
2.00
|
0.75
|
0.50
|
-
|
32
|
0.75
|
-
|
1.00
|
0.75
|
-
|
Jumlah
|
5.15
|
4.50
|
4.45
|
3.70
|
0.10
|
Dosis, Waktu dan Cara Pemupukan Kelapa Sawit
Menghasilkan (TM)
1.
Dosis dan Jenis Pupuk Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan (TM) di Tanah Mineral
(bukan gambut)
Umur tanaman (tahun)
|
Urea
|
SP-36*
|
MOP
|
Kieserit
|
Jumlah
|
3 – 8
|
2.00
|
1.50
|
1.50
|
1.00
|
6.00
|
9 – 13
|
2.75
|
2.25
|
2.25
|
1.50
|
8.75
|
14 – 20
|
2.50
|
2.00
|
2.00
|
1.50
|
7.75
|
21 – 25
|
1.75
|
1.25
|
1.25
|
1.00
|
5.25
|
Keterangan : * Jika tersedia SP-18, maka dosis SP-36 harus
dikali dengan 2 yang berasal dari (36/18).
2.
Dosis dan Jenis Pupuk Tanaman Kelapa Sawit Menghasilka1 (TM) di Tanah Gambut
Umur tanaman (tahun)
|
Urea
|
SP-36*
|
MOP
|
Kieserit
|
Jumlah
|
3 – 8
|
2.00
|
1.75
|
1.50
|
1.50
|
6.75
|
9 – 13
|
2.50
|
2.75
|
2.25
|
2.00
|
9.50
|
14 – 20
|
1.50
|
2.25
|
2.00
|
2.00
|
8.00
|
21 – 25
|
1.50
|
1.50
|
1.25
|
1.5
|
5.75
|
Keterangan : Jika tersedia SP-18, maka dosis SP-36 harus
dikali dengan 2 yang berasal dari (36/18).
Sumber : Darmosarkoro, W., E.S. Sutarta dan Winarna.
2003. Teknologi pemupukan tanaman kelapa sawit. Dalam Lahan dan Pemupukan
Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan. Hal:113-134.
Dalam budidaya kelapa
sawit panen merupakan salah satu kegiatan penting dan merupakan saat-saat yang
ditunggu oleh pemilik kebun


Januari 24, 2018
Kgi-Olein
0 komentar:
Posting Komentar